resign a.k.a gejala perusahaan yang tidak sehat
kayaknya tema resign lagi mewabah di kantor, dari kantor jakarta sampai merembet ke pabrik. berita yang cukup mengejutkan adalah perusahaan mengambil kebijakan untuk mengurangi pegawai sebanyak 450 orang secara bertahap di mulai dari bulan juli sebanyak 250 orang dan sisanya pada bulan depan, mekanismenya adalah meminta karyawan secara sukarela untuk mengundurkan diri dengan di beri uang pesangon yang saya rasa cukup pantas dan adil. keputusan manajemen ini bersangkutan dengan sepinya kegiatan di departemen spinning dan weaving untuk mengurangi cost yang tidak perlu karena sepinya order dari overseas, kalau dipikir ya benar juga sih. departemen yang tidak produktif memang seharusnya di kurangi costnya toh di saat perusahaan lagi kebanjiran order bisa dengan mudah merekrut pegawai baru.
begitupun juga di kantor jakarta, sudah 3 orang yang tidak di gantikan dan kerjaannya di limpahkan ke staff yang sesuai bidangnya … 1 orang dari marketing dan 2 orang dari accounting, kebanyakan dari mereka mengeluh karena kerjaan mereka jadi nambah dan numpuk .. padahal mah kalo musti di ucapkan seharusnya saya duluan yang mengeluh ke mereka, bagian IT single fighter dari dulu sampai sekarang tidak pernah tuh mengeluh sampe heboh kayak sekarang ini … dewasa dong, jangan manja !!!
Comments(0)






